Jauh sebelum
melihat dunia, alam, dan seisinya aku sudah menjelajahinya didalam mimpi. Tidak
kusangka sudah tiba saatnya lanjut berpetualang. Petualangan yang sebenarnya
baru dimulai dalam beberapa menit lagi setelah membaca ini.
Setelah
lulus kuliah hidup sepertinya akan tenang dan santai. Ternyata tidak sepenuhnya
benar perasaanku tentang lulus. Kuliah punya tanggung jawab belajar, ngerjain
tugas, laporan, makan hemat, dan tidur juga hemat. Setelah lulus semua itu
hilang tapi ada yang lebih besar, yaitu bekerja, nikah, hidup mandiri, dan
mati-matian cari nama atau pengakuan oranglain. Betul banget kan, cari kerja
mungkin gampang karena sekarang zaman sudah modern teknologi semakin canggih.
Dulunya berpikir begitu, tapi kenyataannya cari kerja itu susah, hmm sebentar
tidak ada yang gampang didunia ini. Mungkin kerja nganggur yang gampang wkwkw.
Jangan serius ya ….
Yudisium
acara yang sangat ditunggu-tunggu seorang mahasiswa yang pintar dan bodoh. Aku
termasuk mahasiswa yang tolol atau bodoh mungkin, karena tidak punya prestasi.
Waktu wisuda sudah tiba, perasaan sangat senang kayaknya pengen terbang ke
langit ketujuh. Usaha terbayar ketika orang tua datang ke acara paling
bersejarah dihidup seorang mahasiswa. Saat nama dipanggil dan naik ke podium
untuk mengambil ijazah rasanya terharu pengen nangis dan meskipun tidak kumlod. Tapi tidak masalah yang
penting lulus dulu, IPK bukan patokan kelulusan. Ternyata benar IPK kecil
kemungkinan sukses juga yah begitu lah.
Sehabis
acara yudisium itu biasanya berkumpul untuk berfoto dengan keluarga dan
teman-teman. Tapi aku sibuk cari toilet karena sakit perut duduk selama 5 jam
menunggu 980an wisudawan. Kebayang baru masuk dan duduk sudah kebelet kencing.
“ton” suara
terdengar dari kejauhan, ternyata ibuku yang manggil diluar pintu. Aku sangat
senang akhirnya bisa membanggakan orang tua.
Aku mencari
sumber suara dikerumunan orang untuk menjawab “sebentar buk, mau ke toilet
kebelet”
Ibuku hanya
menganggukan kepala sambil tersenyum, dibayanganku ibu mungkin berkata “selamat
ya sudah wisuda dan tetap waktu, sampe lupa buang air tadi pagi”
Aku langsung
ke toilet dengan perasaan lega dan ikhlas. Akhirnya lulus dan keluar dari
kehidupan kampus yang penuh drama. Pasti masa-masa itu tidak akan ku lupakan,
bercanda dengan teman-teman, pulang kuliah dan makan ke warung bareng-bareng.
Sangat indah dan membekas didalam otakku. Ibarat kata-kata sudah kutulis semua
kenangan itu dibuku harian.

Comments
Post a Comment