Skip to main content

Manusia Baru


Siang hari, ketika itu bulan suci Ramadhan “Puasa” semua orang terlihat sangat haus dan lapar. Dibalik muka-muka yang ceria terlihat sisi-sisi sensitif, ketika ditanya dengan nada halus bisa saja dijawab dengan kasar. Tiba saatnya rasa itu hilang seketika bersamaan dengan senja yang mulai tampak dari arah barat. Begitu indah ciptaan tuhan yang membuat segela sesuatu memiliki dua kondisi. 
Ada siang ada malam, ada senang ada duka, ada laki-laki ada perempuan, dan juga ada senja ada fajar. 
Suara adzan terdengar dari toa masjid dengan merdu, 
"Allahu akbar allahu akbar” maha besar Allah.
Orang mulai membaca doa berbuka puasa dan langsung meneguk air (glek glek glek suara minumnya) dan korma  yang ia pegang dari tadi siang, eh tadi sore. 
Hari mulai malam dan semua orang pergi ke masjid untuk sholat Sunnah Tarawih dan dilanjut dengan tadarus di mushola, Indahnya bulan puasa.

Keesokan harinya yaitu hari sabtu tanggal 11 januari 1997, seorang ibu yang sedang hamil mau melahirkan. Suasana mulai tegang karena ini merupakan anak pertama dari ibu tersebut. Semua keluarga ikut menemani sang ibu kerumah sakit atau posyandu didekat rumahnya, mulai dari suami, kakek, nenek, dan saudara-saudaranya. Ibu dan seorang dokter mulai memasuki ruang persalinan wajahnya tidak lagi seperti biasa, mulai ada ketakutan karena si bayi tidak cepat keluar (mungkin si bayi masih  betah didalam wkwkw). :)

Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB kira-kira sudah satu jam menunggu si ibu yang anaknya belum juga keluar. Tidak lama kemudian suara bayi (‘iya ‘iya ‘iya) terdengar dari luar pintu ruang persalinan. 
Semua keluarga terlihat senang mendengar suara itu, kemudian masuklah mereka dan melihat kondisi ibu yang mulai tersenyum. Sedangkan si bayi mereka acuhkan karena sangat lama keluar, tapi itu bohong haha. 
Si bayi langsung digendong oleh si ibu dan menunjukkannya ke semua orang, dan berkata “yey ini anaknya ... gantengkan?” . 
“Biasa aja” jawab si paman bercanda.
Si Bapakpun memotong pembicaraan itu dengan lantang “mirip aku dong ganteng banget”. “sudah-sudah jangan malah ngobrol disini ini ada dokter mau membereskan peralatan” jawab kakek dengan bijak. 
Nah semua sudah selesai langsung bersiap-siap untuk pulang ke rumah.

Penasaran siapa bayi itu ????

Dia diberi nama ALIF SULTONUL ARIFIN dan dia adalah aku ciye…. Kayak kisah cinta aja. Ya benar aku yang sekarang sudah berumur 21 tahun yang masih merasa baru lahir kemarin ke dunia. Entah kenapa waktu berjalan begitu cepat, aku berpikir dengan sedikit nyeleneh, waktu bisa berhenti agar kita bisa santai menikmati hidup. Tapi apalah daya kita hanya bisa berhayal, dikit-dikit ngeluh karena capek males, padahal itu tanda masa depan suram. Nah itu yang sekarang terjadi padaku mungkin kurang motivasi kayak pacar ah tidak lah. Cuma masalah pandangan diri aja kurang bulat dan keras.

Dari kecil aku sering sakit-sakitan badan kurus kayak tongkat, dan kulit gelap kayak penyihir jangan-jangan aku nenek lampir. Lama kelamaan badan sudah mulai berisi sampai sekarang malah lebih mirip Babe Cabita artis seorang Stand-up Comedian, tapi versi rambut lurus haha. Aku berusaha untuk tetap sehat dengan olahraga dan main game. Main game juga olahraga lho tapi Cuma tangan aja yang diolah dan emosi juga hahah.

Itulah kisah manusia baru yang diciptakan oleh sepasang suami istri atas kehendak tuhan. Mungkin menurut orang yang juga manusia berpikir manusia banyak sekali kekurangan dan celah tapi menurut Allah dia lah makhluk yang paling sempurna.  

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Anak Kecil

Hari ini aku lewati dengan bermain seharian bersama kawan-kawan karena libur weekend. Permainan yang biasa anak kecil mainkan dulu adalah jual-jualan/masak-masakan atau bahasa maduranya weljhuelen. Sengaja aku tulis miring biar keliatan keren kayak bahasa asing haha. Cukup aneh kedengerennya tapi memang itu permaianan yang sangat menyenangkan. Sebelumnya aku kenalin dulu kawan-kawanku, tapi pake nama samaran sebut saja ikbal, firda, toni, dan arul. 😎😎😎 Ilustrasi dari  iyakan.com Cara untuk main weljhuelen yaitu kita  membentuk anggota keluarga yang dipilih dengan tidak demoktratis. Asal mau ayok sudah kayak pejabat parlemen asal ada duit ayok, jangan serius ya bercanda. Nah kalo sudah punya partner atau rekan, kita mulai cari bahan untuk diolah dan dimasak. Kayak misalnya ambil batu bata putih atau genteng bekas untuk dibuat nasi. Saat itu yang jadi suami istri adalah ikbal dan toni, mereka sama-sama cowo tapi jadi keluarga. Kalo dipikir-pikir kita secara tidak sa...

Sunnah

Smile It's Sunnah Jika mengerjakan sesuatu maka mendapat pahala, jika tidak mengerjakan ya tidak apa-apa. Tapi kalo haram sesuatu yang tidak boleh dikerjakan, jika dilanggar dosa. Sedangkan wajib sesuatu yang diperintahkan untuk dikerjakan agar dapat pahala, dan jika dilanggar dosa. Jadi, Sunnah ada ditengah-tengah antara wajib dan haram. Waktu itu aku pulang dari sekolah taman kanak-kanak (TK) didekat rumah. Dengan muka yang kusut karena uang jajan habis dibuat beli hadiah undian. Jadi gak bisa beli makanan, aku Cuma ada uang jajan 500 rupiah. Biasanya itu sudah bisa beli pentol dan permen yang membuat perut kenyang. Sampai dirumah ternyata ada seseorang memakai baju putih dan membawa benda kayak headset digantung di lehernya.  Ternyata dia adalah kak Herol tetangga sebelah yang sudah jadi perawat. Dengan dahi dan alis mengkerut ketengah aku tanya “ada apa Pak ?” semua keluarga sedang kumpul diteras rumah. “gak ada apa-apa kamu masuk sana cepat ganti baju” sahut ...

Sekolah Baru

Malam hari itu terasa dingin, kaki tangan seluruh badan rasanya kaku sampai ke tulang-tulang. Sakit bekas sunnat masih terasa, dikompres menggunakan air hangat yang dibuat oleh ibu. Tak pernah ku lupa masa-masa itu, dimana aku yang kecil, manja, culun dan sangat polos. Subuh jam 5 pagi aku bangun dari kasur, dengan muka lecek aku langsung ke kamar mandi dan ambil wudhu. Melihat fajar aku terkejut begitu indahnya, dibelakang kamar mandi tampak awan dan langit kuning kemerahan membentuk gunung dan taman-taman. Aku terdiam sejenak, tiba-tiba ada yang menepuk dari belakang dan berkata “Nak, ayo mandi dan siap-siap berangkat sekolah” dengan cepat ternyata ibuk masuk ke dapur. Pagi itu aku langsung bergegas untuk sekolah. Aku yang masih dibalut keranjang bekas untuk melindungi tit*t yang belum sembuh dari sunnat untuk pergi ke sekolah. Disana lagi ada lomba cerdas cermat yang merupakan kegiatan tahunan yang diadakan sekolah tiap akhir tahun. Ternyata aku beruntung dan menang dilo...